Peristiwa ledakan di duren sawit yang merusak tiga rumah warga di Jl Delima 6 RT 01/05, Malakasari, Durensawit, Jakarta Timur, dipastikan tim peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, berasal dari luar rumah. Namun tim belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan itu apakah karena meteor jatuh atau karena mesiu. Bahkan seluruh tabung gas yang awalnya dicurigai sebagai sumber ledakan di rumah warga, justru kondisinya masih dalam keadaan utuh.
Kepala bagian Humas LAPAN Elly Kuntjahyowati mengaku, pihaknya belum bisa memastikan apakah penyebab kerusakan rumah warga itu berasal dari luar angkasa atau bukan. “Jika itu adalah meteor, tentu meninggalkan benda-benda antariksa yang masuk ke bumi. Tapi kami masih belum menemukan bukti-bukti itu,” ujarnya, Jumat (30/4).
Elly merinci, jenis benda yang dapat masuk ke atmosfer bumi disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena adanya sampah antariksa seperti sampah satelit, selongsong roket atau instalasi ruang angkasa. Kedua, disebabkan oleh benda antariksa seperti meteor ataupun serpihan meteor.
Namun, jika benda itu adalah benar meteor, baru dapat dipastikan jika ada benda antariksa. Sedangkan jika disebabkan sampah antariksa, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dirinya juga belum dapat memastikan jenis dan ukuran benda yang menghancurkan tiga rumah tersebut.
“Kami hanya melihat adanya beberapa buku dan kalender yang terbakar, serta benda-benda plastik yang tampak meleleh akibat panas yang dihasilkan seperti telepon, boks lampu, dan peralatan rumah tangga lainnya. Bekas hangus juga ditemukan di salah satu sisi tembok ruang utama rumah milik Sudarmojo,” tambah Elly.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes (Pol) Hasanuddin mengatakan, beberapa benda telah dibawa oleh tim Puslabfor Mabes Polri dari lokasi ledakan di antaranya, debu-debu serta serpihan batu untuk diperiksa di laboratorium. “Bukan dari ledakan mesiu atau tabung gas, karena tidak meninggalkan jejak bau ataupun bentuk fisiknya. Tapi diperkirakan benda misterius itu meluncur dengan kecepatan berkilo-kilo meter per jam dan langsung menghantam rumah warga,” ungkapnya.
Ledakan misterius itu terjadi sekitar pukul 16.00, Kamis (29/4) kemarin, yang sebelumnya didahului suara desingan disertai cahaya kilat yang melintas di langit. Dalam hitungan detik, tiba-tiba suara aneh itu menghilang dan kemudian terdengar ledakan yang sangat besar hingga menghancurkan tiga rumah warga di antaranya milik Sudarmojo, Kusnadi, dan Marjuki.
Kepala bagian Humas LAPAN Elly Kuntjahyowati mengaku, pihaknya belum bisa memastikan apakah penyebab kerusakan rumah warga itu berasal dari luar angkasa atau bukan. “Jika itu adalah meteor, tentu meninggalkan benda-benda antariksa yang masuk ke bumi. Tapi kami masih belum menemukan bukti-bukti itu,” ujarnya, Jumat (30/4).
Elly merinci, jenis benda yang dapat masuk ke atmosfer bumi disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena adanya sampah antariksa seperti sampah satelit, selongsong roket atau instalasi ruang angkasa. Kedua, disebabkan oleh benda antariksa seperti meteor ataupun serpihan meteor.
Namun, jika benda itu adalah benar meteor, baru dapat dipastikan jika ada benda antariksa. Sedangkan jika disebabkan sampah antariksa, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dirinya juga belum dapat memastikan jenis dan ukuran benda yang menghancurkan tiga rumah tersebut.
“Kami hanya melihat adanya beberapa buku dan kalender yang terbakar, serta benda-benda plastik yang tampak meleleh akibat panas yang dihasilkan seperti telepon, boks lampu, dan peralatan rumah tangga lainnya. Bekas hangus juga ditemukan di salah satu sisi tembok ruang utama rumah milik Sudarmojo,” tambah Elly.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes (Pol) Hasanuddin mengatakan, beberapa benda telah dibawa oleh tim Puslabfor Mabes Polri dari lokasi ledakan di antaranya, debu-debu serta serpihan batu untuk diperiksa di laboratorium. “Bukan dari ledakan mesiu atau tabung gas, karena tidak meninggalkan jejak bau ataupun bentuk fisiknya. Tapi diperkirakan benda misterius itu meluncur dengan kecepatan berkilo-kilo meter per jam dan langsung menghantam rumah warga,” ungkapnya.
Ledakan misterius itu terjadi sekitar pukul 16.00, Kamis (29/4) kemarin, yang sebelumnya didahului suara desingan disertai cahaya kilat yang melintas di langit. Dalam hitungan detik, tiba-tiba suara aneh itu menghilang dan kemudian terdengar ledakan yang sangat besar hingga menghancurkan tiga rumah warga di antaranya milik Sudarmojo, Kusnadi, dan Marjuki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar